
Tak semua orang dewasa memiliki sikap matang. Padahal, kematangan dan kedewasaan itu sangat diperlukan saat berhadapan dengan atasan, bawahan, rekan kerja, relasi atau bahkan dengan pekerjaan anda sendiri. Anda sudah memiliki bakat, kemampuan dan kesempatan yang baik dalam berkarier. Mengapa tak mendukungnya dengan sikap positif yang bias membantu memulluskan jalan menuju puncak karier?
Berikut 7 perilaku possitif yang bias menambah nilai plus anda, tak hanya dimata atasan. Tetapi dimasa bawahan serta rekan kerja.
Langkah KonkretWujudkan mimpi anda menjadi kenyataan. Mimpi bias dijadikan sebagai satu titik tolak untuk mengejar cita-cita anda. Jadi, sebagai langkah pertama, tentukan apa yang ingin anda capai didunia kerja dan buatlah komitmen pribadi. Susunlah program-program yang perla anda lakukan untuk mengejar mimpi tersebut. Jangan lupa menetapkan target. Misalnya, dalam kurun waktu 3tahun mendatang anda harus mencapai posisi manajer.
Namun, jangan hanya berhenti sampai disitu. Lakukan langkah-langkah yang konkret. Berkerjalah dengan baik agar bias memenuhi standar kualitas perusahaan. Jika memang anda bermimpi untuk duduk diposisi manajerial, berusahalah mencari peluang, tanpa terlihat terlalu ambisius. Jika anda merasa sudah memiliki kualitas yang lebih tinggi dari pada teman sekerja, jangan ragu menghadap atasan dan minta dipromosikan.
Focus Terhadap Tujuan
Tugas masih menumpuk ketika dating sejumlah tugas baru. Itu sih, hal biasa dalam dunia kerja. Mengeluh dan terus mengomel tak akan membuat tugas anda berkurang. Sementara itu, setiap hari pekerjaan akan makin banyak. Ada baiknya jika anda mengategorikan pekerjaan berdasarkan berat atau ringannya tugas tersebut. Susulah daftar seluruh tugas anda dalam kurun waktu tertentu, misalnya tugas-tugas selama seminggu. Jangan lupa memperhatikan tenggatnya. Tetapkan apa saja yang harus anda kerjakan hari ini. Tentukanlah skala prioritas, pekerjaan apa yang harus didahulukan. Jika anda tak bias memutuskan skala prioritasnya, jangan ragu untuk meminta pendapat atasan.
Sedapat mungkin, kerjakan tugas anda satu demi satu agar konsentrasi tidak terpecah. Ada baiknya jika anda tidak mengerjakan tiga atau empat laporan sekaligus. Jika telah menyelesaikan satu perkerjaan, teruskan dengan pekerjaan lain. Jangan mencuri waktu istirahat terlalu lama karena nantinya anda akan enggan menyelesaikan tugas berikutnya. Boleh saja memilih tugas yang mudah terlebih dahulu, tapi anda tetap tak bias lebas dari tugas-tugas tersebut.
Jangan Ragu Bagi IlmuBersaing dengan rekan sekantor sebenarnya sah-sah saja. Namun ada cara yang lebih menyenangkan dari pada saling jegal. Tunjukkan persaingan sehat bersama rekan kerja dengan cara saling menunjukkan prestasi. Alangkah baiknya jika anda juga menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan rekan sekerja. Dengan berkerja sama, atasan akan melihat kekompakan tim yang diharapkan perusahaan. Hal itu akan menambah nilai plus anda. Kalau anda dan rekan kerja sama-sama bias mendapatkan prosmosi, mengapa tidak!
Jangan ragu member bantuan kepada rekan-rekan sekerja anda atau membagi ilmu anda. Tak perlu menghitung untung dan ruginya. Bisa jadi suatu saat anda diangkat sebagai manajer dan harus membawahi orang-orang dulunya adalah rekan sekerja dalam level yang sama. Jika anda selalu siap menolong mereka, mereka pun akan bersikap serupa terhadap anda.
Kendalikan EmosiKetika berhadapan dengan sters dirumah, mungkin saja keadaan emosional anda dikantor jadi kurang stabil. Kesalahan kecil saja bias membuat emosi anda meledak. Mampu mengendalikan emosi menunjukkan tingkat kedewasaan seseorang.
Tak bias dipungkiri bahwa kehidupan pribadi seseorang mempengaruhi kinerjanya. Jika itu terjadi, ia tak bias lagi bias memusatkan perhatian dan energinya pada tugas-tugas kantor. Suasana kerja satu timpun jadi tak mengenakkan karena anda saat itu tak bias diajak berkerja sama. Tak sedikit atasan yang menyatakan bahwa banyak karyawan yang tidak bias membatasi kehidupan pribadi mereka. Jad, tunukkan profesionalisme anda. Janganlah membawa masalah pribadi ke dalam ruang kerja. Begitu anda masuk kantor dipagi hari, sampai waktunya pulang. Anda adalah seorang karyawan. Sebagai karyawan, anda dituntut memberikan kontribusi bagi perusahaan semaksimal mungkin dan mencurahkan perhatian penuh pada tugas-tugas kantor.
Belajar Dari KesalahanAda kalanya seorang karyawan tak bias menghindari kesalahan. Anda tidak hanya harus belajar dari kesalahan sendiri, melainkan juga dari kesalahan orang lain. Bila anda melakukan keteledoran yang mungkin bias merugikan perusahaan, bertanggung jawablah terhadap kesalahan itu. Jangan melemparkan kesalahan kepada rekan kerja atau anak buah. Cobalah mencari berbagai alternative pemecahan masalah sesegera mungkin.
Begitu juga jika kini posisi anda sebagai pemimpin. Jadilah pemecahan masalah bagi anak buah anda. Walaupun kesalahan itu bukanlah kesalahan anda, anda harus memberikan kontribusi untuk menyelesaikan masalah. Identifikasi suatu masalah dengan cepat dan lakukan brainsromong bersama-sama anak buah untuk cari solusi. Diskusikanlah nilai positif dan negative untuk setiap alternative. Jangan lupa, biarkan anak buah menuangkan ide solusinya. Mungkin saja ia mempunyai gagasan yang lebih baik. Dengan member kesempatan untuk ikut memecahkan masalah, komitmenya terhadap pekerjaan juga akan lebih besar.
Selangkah Lebih AwalSetiap atasan pasti senang memiliki anak buah yang memiliki inisiatif tinggi dan beride cemerlang. Jika anda merasa ada kesempatan untuk mengerjakan tugas yang menantang, tak ada salahnya anda mengajukkan diri kepada atasan untuk mengerjakannya. Begitu juga jika anda memiliki gagasan menarik. Jangan ragu untuk menepatkan diri selangkah lebih awal. Hal ini menunjukkan bahwa anda adalah karyawan yang aktif dan kreatif. Jangan duduk dan menunggu pekerjaan dating pada anda.
Mungkin, semua atasan mengingikan karyawan yang mampu melihat suatu hal dari sudut pandang baru atau mampu menelurkan strategi-strategi baru. Inilah kesempatan anda memperlihatkan potensi diri. Jangan puas dengan menjadi karyawan yang biasa-biasa saja. Anda juga bias menjadi karyawan yang istimewa.
Tambah Ilmu Setiap WaktuTak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Apapun bidang pekerjaan yang anda pilih. Anda selalu memiliki kesempatan untuk belajar. Tentang networking, misalnya tak semua orang beruntung punya kesempatan untuk bertemu klien atau relasi penting. Sejumlah pekerjaan tak memungkinkan anda untuk keluar kantor dan menjalin networking. Tapi bukan berarti anda tak punya kesempatan sama sekali untuk belajar lebih banyak. Ambil contoh saja pekerjaan sebagai sekretaris, yang sebagian besar waktunya dihabiskan dikantor. Tapi, seorang sekretaris juga bias membuat karirnya maju lebih pesat dengan cara mengambil kursus public relations.
Mungkin saja kantor anda tidak memberikan pelatihan atau workshop yang bias memperkaya ilmu atau mengasah keterampilan ana. Jangan menunggu terlalu lama. Ikutilah berbagai seminar atau talk show tentang melihat peluang secara lebih jeli. Bacalah buku-buku tentang karier sehingga anda mempunyai panduan taktis menghadapi berbagai tantangan didunia kerja. Tapi, anda juga harus pandai mempertajam bakat yang telah anda miliki jangan biarkan satu kelebihan anda menjadi lumpuh karena tak pernah dipergunakan.
setelah anda mempelajari mindset diatas, di posting berikutnya saya akan menunjukkan bagaimana sorang pecundang memenangkan kehidupan hanya bermodalkan kepercayaan diri dengan banyak kelemahan.