
Pernahkah anda melihat seorang pedagang Kaki lima atau mi ayam yang sejak dulu hingga sekarang tetap berjualan dengan gerobak yang sama? Itu karena mereka menjadikan usahanya sebagai sapi perah. Agar usaha anda tak seperti mereka, inilah yang mungkin dapat anda lakukan.
1.Jangan gunakan semua keuntungan untuk kepentingan lain yang tidak ada hubungannya dengan bisnis anda, seperti membangun rumah mewah, membeli mobil baru, clubbing atau dihabiskan untuk memuaskan hobi anda berbelanja.
2.Investasikan keuntungan untuk mengembangkan usaha. Seharusnya, tukang satai seperti contoh diatas menyisihkan keuntungannya berjualan satai untuk membeli gerobak kedua, ketiga bahkan membuka restoran, hingga ia bias menjadi pengusaha.
3.Jika usaha anda sudah mulai berkembang, terapkan system pembukuan yang baik. Menjalankan usaha tanpa pembukuan, ibarat mengemudikan kendaraan tanpa panel control. Sangat riskan dan berbahasaya, bukan?
4.Dengan mengetahui arus kas usaha, anda bias melihat kapan saatnya harus mengerem atau mempercepat laju pengembangan usaha.
beberapa temanku, mengatakan langkah-langkah diatas adalah langkah yang tepat untuk mengembangkan usaha, namun ada juga tidak terlalu setuju. kata mereka itu semua tergantung kondisi, namun bagi saya langkah-langkah diatas bisa dilakukan disemua kondisi, jadi semuanya tergantung pada kemauan anda. ukur seberapa hebat kemauan anda untuk maju tidak sebatas kata-kata, namun tindakan. selalu prioritaskan kepentingan anda adalah kunci sukses dari pembahansan kali ini. selamat berfikir.
0 comments:
Post a Comment